A. Latar
Belakang Berdirinya FKMB
- Bermula dari omongan kecil sampai menjadi FKMB
Tepatnya pada tanggal 8 Mei 2000 berdirilah
Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro (FKMB) IAIN Sunan Ampel Surabaya. Melalui
rintangan yang panjang, forum kecil yang
semangat menyuarakan samin, mampu menjadi bagian terpenting dalam suatu
perkumpulan aktivitas kemahasiswaan di IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Bermula dari omongan kecil di kendaraan umum,
selanjutnya tumbuh niatan untuk membentuk sebuah perkumpulan mahasiswa
khususnya asal daerah Bojonegoro. Sebenarnya keinginan tersebut udah ada sejak
lama, hanya saja belum ada yang megawali dan merintisnya. Dengan beberapa
pertimbangan, pada bulan April 2000, sebagian kecil mahasiswa asal Bojonegoro
membuat undangan terbuka untuk seluruh mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya asal
Bojonegoro untuk berkumpul mendiskusikan niatan tersebut di Masjid Ulul Albab
IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Dalam pertemuan yang pertama, hadir 50
mahasiswa yang kemudian mendiskusikan tentang subtansi dan latar belakang
pertemuan diadakan serta pembentukan sebuah forum (organisasi) bagi mahasiswa
yang berasal dari daerah Bojonegoro di IAIN Sunan Ampel Surabya. Tidak lama
kemudian setelah ada kesepakatan pembentukan sebuah forum (organisasi)
mahasiswa. Maka pertemuan berikutnya digelar untuk melanjutkan pembahasan yang
lebih konteks atau mendalam sesuai dengan niatan dan tujuan yang tertata rapi
bagi mahasiswa asal Bojonegoro.
Selang beberapa hari kemudian, pertemuan yang
kedua digelar untuk membecirakan tentang pemberian nama dan keberadaan
organisasi. Ada beberapa usulan nama sebelum menjadi FKMB, nama- nama tersebut
yakni: PBB (Persatuan Bocah Bojonegoro ), FORMAD (Forum Mahasiswa Angkling Dharma),
FMB (Forum Mahasiswa Bojonegoro), dan FKMB (Forum Komunikasi Mahasiswa
Bojonegoro).
Kemudian terpilihlah FKMB sebagai nama
organisasi yang cocok, dan semua itu berdasarkan atas pertimbangan bahwa FKMB
sebenarnya telah ada di Surabyak sejak 1998, dan anggotanya adalah seluruh
mahasiswa Bojonegoro yang kuliah di Surabaya. Lebih jauh hal ini dilakukan
untuk mempermudah koordinasi dan komunikasi dengan perguruan tinggi lain,
seperti: ITS, UNAIR, UNESA, UBAYA, UNTAG dan lain sebagainnya. Disamping itu juga
memfokuskan visi dan misi mahasiswa boonegoro di surabaya ketika bersinggungan
dengan persoalan daerah yang ada. Dengan demikian, secara struktural keberadaan
FKMB IAIN Sunan Ampel Surabaya sebagai bagian dari FKMB Se-Surabaya.
- Visi dan Misi Awal FKMB
Dalam pertemuan yang ketiga, membahas tentang
visi dan misi organisasi, sekaligus rencana pendeklarasian. Penentuan visi dan
misi dihimpun dari usulan- usulan seluruh anggota FKMB, yang kemudian
diterjemahkan menjadi tiga poin yang mendasar,
yaitu:
a)
FKMB IAIN Sunan Ampel Surabaya diarahkan
untuk membangun tali silaturrahmi antar mahasiswa Bojonegoro di Surabaya,
khususnya di IAIN Sunan Ampel Surabaya.
b)
FKMB IAIN Sunan Ampel Surabaya diupayakan
untuk mengembangkan ranah intelektual dan potensi anggota.
c)
FKMB IAIN Sunan Ampel Surabaya berorientasi
untuk turut serta dalam upaya pemberdayaan daerah ( Bojonegoro ).
Ketiga point tersebut selanjutnya akan
dijabarkan dalam program kerja selama periode
kepengurusan berlangsung.
B. Sejarah Kepemimpinan FKMB
Setelah melewati beberapa perundingan secara
berkala,dan akhirnya pada tanggal 8 Mei 2000 FKMB IAIN Sunan Ampel
Surabaya resmi dideklarasikan yang
bertepat di balai RW II Jemur Wonosari, Wonocolo. Hadir dalam peristiwa
pendeklarasian tersebut adalah seluruh anggota FKMB IAIN Sunan Ampel Surabaya,
para undangan, serta pengurus FKMB Surabaya yang sekaligus sebagai deklarator.
Dalam acara tersebut juga digelar seminar interaksi tentang “Peran Mahasiswa
Bojonegoro dalam Upaya Pemberdayaan Daerah”. Dimulai dari itulah sejarah FKMB
dimulai dan di rintis, dan sebuah cita-cita pemberdayaan daerah yang dibungkus
dengan semangat saminisme secara terus menerus membius dalam setiap
langkah. Muncullah kesadaran bahwa pada
dasarnya FKMB juga mempunyai peran ganda yang cukup signifikan, yaitu sebagai
intelektual-akademis dan sebagai agent of social change.
Pada tahun 2018 ,FKMB IAIN Sunan Ampel Surabaya sudah 18 pergantian
kepemimpinan. Dimana setiap pemimpin mempunyai cita-cita untuk
membangun FKMB lebih baik lagi. Dimulai dari tahun 2000 FKMB
dipimpin oleh M.Nuril Huda di sinilah dulur-dulur menjadi inspirator
awal terbentuknya Forum Mahasiswa yang berasal dari daerah Bojonegoro. Setelah
satu tahun menjabat pada tahun 2001 pertama kalinya diadakan Musta (Musyawarah
Tahunan Anggota) yaitu Musyawarah tertinggi yang ada di FKMB IAIN Sunan Ampel
Surabaya. Dan pada pelaksanaan Musta tersebut terpilihlah Kang Rozi sebagai
ketua FKMB IAIN Sunan Ampel Surabaya periode kedua dan dalam pimpinan Kang Rozi
memberikan warna tersendiri yang berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu
mengadakan Baksos ke daerah Bojonegoro untuk yang pertama kalinya.
Pada periode 2002-2003 diadakan Musta yang
kedua dan terpilihlah dulur Abdul Qohar sebagai ketua periode ketiga.
Pada kepengurusan dibawah naungan abdul qohar banyak agenda-agenda FKMB yang
bersifat kedaerahan, seperti Baksos, PSD (Pelatihan Siswa dan Daerah) dan
Diklat Jurnalistik untuk SMA Se-Bojonegoro.
Pada periode 2003-2004 diadakan Musta yang
ketiga dan terpilihlah dulur M.Hasyim sebagai ketua periode keempat.dan
pada kepengurusan kali ini banyak perubahan dari kepengurusan sebelumnya, yakni
Adanya kajian intelektual yang sebelumnya hanya kumpul-kumpul, sehingga
berpengaruh pada organisasi itu tersendiri, yaitu membentuk FKMB menjadi
Organisasi Mahasiswa yang berintelektual dan lebih dari Organisasi Paguyuban.
Pada musta keempat pada periode 2004-2005
terpilihlah kader perempuan pertama kalinya dulur Rifatin Al-Isroiyah yang
sanggup memimpin dan membawa FKMB selanjutnya. Dengan terkenalnya feminisme
menjadi warna tersendiri di FKMB pada waktu itu, namun kader-kader pada periode
tersebut juga sangup mengembang amanat yang telah diberikan oleh teman-teman.
Kemudian musta kelima pada periode 2005-2006
terpilihlah dulur Choirul Huda sebagai ketua umum yang keemam yang aktif di Menwa dan mengantikan
Eching (panggilan Rifatin) untuk memimpin FKMB. Pada masa kepemimpinannya
tersebut FKMB lebih banyak bergelut di luar daerah dan lebih mengenal dunia
politik. Dan kegiatannya adalah Seminar Pendidikan dan Halal Bihalal alumni
IAIN Sunan Ampel Surabaya yang berada di Bojonegoro.
Satu tahun berlangsung kembali lagi diadakan
musta yang keenam pada periode 2006-2007 terpilihlah dulur Ilham Azka’. Pada
kepengurusannya disini ditekankan lebih pada kader-kader selanjutnya untuk
menyiapkan FKMB ke depannya lebih baik lagi, dimana terdapat adanya PDK
(Pelatihan Dasar Kepemimpinan) dan diklat jurnalistik untuk SMA Se Bojonegoro.
Pada periode 2007-2008 diadakan Musta yang
ketujuh dan terpilihlah dulur M.Ainur Rohman
sebagai ketua periode kedelapan diteras Fakultas Syari’ah. Pada
kepengurusannya lebih menekankan pada kajian-kajian dan pengumpulan
dokumentasi-dokumentasi yang banyak hilang terkena banjir, sehingga mempersulit
pengetahuan kader terhadap FKMB. Namaun tidak menyurutkan semangat para
kader-kader pengurus pada masa itu, dengan susah payah untuk dapat melaksanakn kegiatan kedaerahan yaitu Seminar
Pendidikan.
Musta yang kedelapan periode 2008-2009
terpilih ketua umum selanjutnya M.Isnaini, pada kepengurusan kali ini
terjadi miss komunikasi antara pengurus dengan ketua umum yang terpilih,
sehingga selang tiga bulan kepengurusan FKMB terjadi pergantian ketua umum
terhadap dulur Isnaini dan terpilihlah dulur M. Hasanuddin atau lebih
dikenal dengan sebutan Pak De Uut (Lemu) untuk meneruskan peran ketua umum
sempai akhir kepengurusan dan dalam kepengurusan ini dapat merealisasikan
agenda besar yaitu MAPETA (Masa Pengkaderan Anggota) dan BAKSOS.
Musta yang kesembilan periode 2009-2010 terpilih dulur M.
Ubaidillah Mahmud sebagai ketua FKMB yang selanjutnya. Pada kepengurusan
ini sangat menekankan pada wilayah internal
dengan beberapa agenda yang diadakan, seperti: MASTA, MAPETA, SARAHSEHAN
dan OUTBOUND.
Musta kesepuluh periode 2010-2011 terpilih ketua umum yang selanjutnya Ama’
Hisbul Maulana yakni sebagai pejuang FKMB dengan program kerja yang
menekankan pada persiapan internal untuk mengembangkan FKMB yang akan datang
dengan agenda SYIAR RAMADHAN, MAPETA diganti nama menjadi masa pengenalan
anggota, Diklat Jurnalistik, Seminar Budaya, dan Pelatihan kepemimpinan.
Dan musta yang kesebelas pada periode
2011-2012 terpilih ketua umum selanjutnya Fahtia Ainur Rofiq dengan
program kerja yang menekankan wilayah internal dan wilayah eksternal, pada
wilayah internal diadakan di semester ganjil dengan program kerja Syiar
Ramadhon,Diklat Jurnalistik, MAPETA, begitu sebaliknya pada wilayah eksternal
diadakan di semester genap dengan program kerja yang lebih memfokuskan
menebarkan sayap eksistensi FKMB di Bumi Angkling Dharma seperti halnya
mengadakan Dialog Interaktif untuk menyambut pilkada Bojonegoro, Leadership
Camp (diklat kepemimpinan), Samin Cup, Penerbitan Buletin Samin, dan
meningkatkan kinerja organ seni otonom SKO. Pada masa ini AD/ART dan Tata
Laksana yang baru disahkan untuk menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi
FKMB.
Pada musta yang kedua belas di periode
2012-2013 terpilih ketua umum selanjutnya dulur Afif Misbahul Khoir.untuk
menggerakkan tentara kepengurusan FKMB ke arah yang lebih baik. Di semester
pertama lebih menekankan perekatan emosional serta kemampuan intelektual
anggota dengan membuat kegiatan yang lebih membangun pola kekeluargaan dengan
nuansa keilmuan yang sangat kental seperti halnya; Syiar Ramdhan, Masta, Diklat
Makalh, Kajian Mingguan, dan Kajian Filsafat.
Kemudian pada MUSTA periode 2013-2014
terpilihlah dulur Syamsul Arifin sebagai nahkoda kepengurusan FKMB. Di
awal kepengurusan yang berada di bawah naungannya kali ini berusaha membangun
ikatan emosional lebih erat lagi baik itu kepada junior, angkatan dan seluruh
senior yang ada di FKMB. Program kerja periode ini lebih memperdalam dan
memperluas intelektual serta ketrampilan anggota FKMB seperti halnya BAEC
(Bojonegoro Arabic English Club), Kajian Mingguan, Desain Layout, Kerajinan
Kain Flanel, Syiar Romadhon, Leadership Camp,Sekolah Sosiologi dan Leadership
Camp untuk SMA Se-Bojonegoro.
Kemudian pada MUSTA periode 2014-2015
diubahlah nama FKMB IAIN Sunan Ampel menjadi FKMB UIN Sunan Ampel . secra
otomatis atribut dan logo-pun berubah mengikuti perubahan tersebut. Pada agenda
tahunan tersebut terpilihlah Ali Ibrohim sebagai ketua umum selanjutnya.
Tidak ada perubahn yang dilakukan. Banyak agenda yang sama bentuk dan tujuannya
dengan periode –periode sebelumnya. Hanya saja, ada dua kegiatan formal di
daerah yang sedikit berubah, seperti halnya diadakan Bakti Masyarakat yang
didalamnya terdapat kegiatan (tanam pohon, donor buku, majlis dzikir, dll). Kegiatan yang kedua yaitu Diklat
Jurnalistik SMA Se-Bojonegoro. Agenda rutinan baik yang mingguan atau tahunan
tidak jauh beda dengan periode sebelumnya. Seperti MAPETA, kajian, diklat
jurnalistik, futsal, BAEC, sekolah epistimologi, dll.selain agenda formal,
banyak agenda dadakan yang merupakan hasil inisiatif para anggota, seperti
kunjungan ke suku samin, Breafing, dll.pada intinya semua kegiatan tersebut
merupakan regenerasi, silaturrahmi, proses pengkaderan, pemberdayaan daerah
juga eksistensi FKMB.
Pada musta yang keempat belas pada periode
2015-2016 terpilihlah ketua umum selanjutnya dulur Nuri Naim sebagi pemegang
tongkat estafet berikutnya. Diawal kepengurusan berusaha membangun ikatan
persaudaraan yang lebih erat dengan junior, angkatan, senior, maupun alumni
FKMB. Agenda pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan agenda kepengurusan tahun
sebelumnya. Namun pada tahun ini, ingin meningkatkan lagi eksistensi FKMB di
dalam kampus maupun di daerah dengan agenda yang telah diprogramkan oleh
pengurus seperti: kajian mingguan setiap hari senin, BAEC (Bojonegoro Arabic
English Club), banjari, teater,dll.sedangkan program kedaerahan pengurus merancang
kegiatan berupa BAKMAS (Bakti Masyarakat), teaterikal, dan seminar kesehatan.
Kemudian tidak lama kemudian wajah baru FKMB
mulai muncul setelah dilaksanakanya MUSTA periode 2016-2017 terpilihlah saudara
M.Nur Afifullah sebagai sang sutradara berikutnya yang memberi warna
baru dalam alur kepengurusan FKMB dengan komposisi tiga bidang yang mengusung
nilai-nilai seni, yakni PPPA, SKO, PPD, dan masing-masing memiliki program
pemberdayaan anggota dan daerah yang memfokuskan semua kegiatan berunsur
kesenian seperti halnya kegiatan Teater, Musik, dan Kerajinan Tangan. Terlepas
dari kegiatan tersebut pengurus memodifikasi agenda-agenda tahunan FKMB seperti
MASTA, MAPETA, Diklat Jurnalistik, Leadership Camp, dan Bakmas dengan memberi
sedikit unsur kesenian. Sedangkan, dalam pemberdayaan daerah kepengurusan tahun
ini memiliki terobosan baru dengan diadakannya Festival Teater untuk
memberdayakan pelajar lewat seni dan budaya. Selain itu, terdapat Sekolah
Metodelogi Penelitian dan Ansos Reksos, yang mana diharapkan akan menjadi bekal
bagi anggota untuk menganalisis keadaan sosial yang diaplikasikan dalam sebuah
Karya Tulis Ilmiah.
Pada musta yang ke enam belas pada periode
2017-2018, selanjutnya terpilihlah ketua umum selanjutnya, dulur Moch. Taufik Ni’am Kurniawan sebagai
pejuang di FKMB. Di awal kepengurusan kali ini berusaha meraketkan hubungan
antara pengurus, domisioner pengurus, dewan konsultan dan senior FKMB sebagai
wujud dari penguatan internal organisasi. Program kerja periode ini dalah
terfokus pada penguatan wawasan keintelektualan anggota, mengenai kedaerahan
ataupun sistem-sistem organisasi, dan sistem terkhusus di FKMb bahwa FKMB
sendiri memiliki sistem organisasi yang berbeda dengan kebanyakan organisasi
lainnya.
Perihal tersebut dengan rutinitas seperti (
Kajian mingguan, bakmas, kunjungan suku samin, olahraga, leadership camp,
wawasan tentang jurnalistik, serta sekolah teori-teori sosial). Yang out put
nya, menekankan pada bangkitnya kader FKMB yang mempunyai jiwa penggerak guna
kembalinya kualitas sumber daya manusia di FKMB yang berjalan sesuai konstitusi
dan nilai dasar organisasi guna tercapainya kader yang bermoral.
Pada musta yang ke tujuh belas pada periode
2018-2019 terpilihlah ketua umum selanjutnya dulur M. Amiluddin Imam
Muchtarom sebagai penerus estafet
kepemimpinan.
Dalam organisasi pasti tidak lepas dari
kekurangan dan kelebihan di setiap
kepengurusan, begitu pula dengan kepengurusan di tahun ini. Kritik dan saran
dari seluruh pihak kami butuhkan demi kemajuan dan eksistensi FKMB kedepannya.
FKMB ku... Saminisme... FKMB-isme...
Harus selalu dikibarkan... Harus selalu
ditegakkan...
COMMENTS